Tampilkan postingan dengan label Akhlak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Akhlak. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 26 Maret 2011

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam sebaik-baik teladan dalam hidup

Oleh: DR. Yahya Ibrahim Yahya

Hanya beliau dalam catatan sejarah yang menjadi suri teladan dalam segala aspek.

  • Jika anda seorang hartawan, teladanilah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam ketika beliau berdagang dengan membawa barang dagangan antar Hijaz dan Syam, dan menguasai perbendaharaan Bahrain…
  • Jika anda termasuk orang yang kurang mampu dalam hal materi, maka ikutilah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasalam yang terisolir di lembah Abi Thalib, ketika beliau meninggalkan tempat tinggalnya berhijrah ke Madinah beliau tidak membawa harta benda sedikitpun…
  • Jika anda seorang penguasa maka ikutilah sunnah beliau dan perbuatan-perbuatannya, ketika beliau menjadi penguasa orang arab, beliau menguasai beberapa negeri dan menjadikan penguasa-penguasa mereka tunduk kepada beliau …
  • Jika anda seorang rakyat lemah, anda bisa mengambil dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam teladan yang baik, ketika beliau teraniaya di Mekkah di bawah kekuasaan orang-orang musyrik…
  • Jika anda seorang pemenang, anda juga bisa mengambil contoh dari kehidupan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam ketika beliau menang melawan musuh-musuhnya pada perang Badar, Hunain dan fathu Makkah…
  • Jika anda seorang yang kalah .., ambillah contoh dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam ketika beliau sedang berperang pada perang Uhud beliau berada di tengah-tengah sahabatnya yang terbunuh dan yang kelemahan karena terluka…
  • Jika anda seorang pengajar, maka anda dapat mengambil contoh darinya, beliau mengajar para sahabatnya di mesjid…
  • Jika anda seorang murid yang terpelajar, maka anda dapat membayangkan bagaimana keadaan beliau ketika beliau berguru kepada Jibril ‘alaihissalaam.
  • Jika anda seorang penasihat dan pembimbing yang terpercaya, maka dengarkanlah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam ketika beliau menasihati para sahabatnya di masjid Nabawi…
  • Jika anda seorang yatim piatu, ayah beliau meninggal ketika beliau masih di dalam kandungan, kemudian ibunya meninggal ketika masih berumur 6 tahun…
  • Jika anda seorang anak-anak, perhatikan ketika beliau masih kecil di susukan oleh Halimah Sa’diah dengan penuh kasih sayang…
  • Jika anda seorang pemuda, maka bacalah perjalanan seorang penggembala Makkah…
  • Jika anda seorang pedagang yang melakukan perjalanan membawa barang dagangan, maka perhatikanlah keadaan pemimpin kafilah yang hendak menuju Basrah…
  • Jika anda seorang hakim, maka perhatikan kebijaksanaan beliau menangani permasalahan ketika para pembesar Makkah saling berselisih dan hampir berperang untuk memperebutkan meletakkan hajar aswad pada tempatnya, mari kita melihat bagaimana beliau menyelesaikan perkara dengan penuh kearifan ketika beliau berada di halaman mesjid Madinah, beliau tidak pilih kasih dan menyamakan hak antara orang kaya dan miskin.
  • Jika anda seorang suami, maka bacalah sejarah dan kehidupan yang jujur dan adil terhadap suami Khadijah dan Aisyah, jika anda seorang ayah terhadap anak-anak anda maka belajarlah terhadap apa yang telah di lakukan oleh ayah Fatimah az Zahra atau kakek Hasan dan Husein…

Di posisi manapun anda dan bagaimanapun keadaan yang anda alami, siang dan malam yang anda lalui maka anda bisa mencontoh kehidupan Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam sebagai petunjuk dan teladan yang baik yang dapat mencerahkan kehidupan anda, kemudian dapat memperbaiki urusan-urusan anda yang membingungkan. Beliau adalah pribadi yang agung di dunia ini.

Sumber:

http://www.rasoulallah.net/subject_indo.asp?hit=1&parent_id=1&sub_id=161

[Koreksi terjemahan dan edit tulisan yang dilakukan oleh Ust Ridwan Hamidi, Lc agar lebih sesuai dengan teks arabnya].

Sabtu, 12 Maret 2011

Muhammad Adalah Seorang Manusia Agung

Oleh: DR. Yahya Ibrahim Yahya
Diterjemahkan oleh: Ust Ridwan Hamidi. Lc

Beliau adalah manusia agung dalam segala hal…agung dalam segala aspek kehidupan. Agung dalam akhlaknya.

“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam tidak pemarah.”

“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam tidak pernah mengingkari janji.”

“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam tidak pernah balas dendam untuk dirinya.”

“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam tidak pernah memukul perempuan.”

“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam tidak pernah berdusta.”

Sebelum di utus menjadi Nabi beliau sudah di kenal dengan kejujurannya dan dipercaya. Setelah beliau di utus, ibu kita ‘Aisyah menyebutkan:

“كان خلقه القرآن”

“Akhlak beliau adalah al Qur’an”. (HR. Imam Ahmad ,25302) sanadnya shahih dengan syarat Bukhari dan Muslim.

Beliau manusia agung dalam hal pandangan politiknya, suatu hari beliau bersabda setelah perang Khandaq,

“اليوم نغزوهم و لا يغزوننا”

“Hari ini kita memerangi mereka dan mereka tidak akan memerangi kita” (HR. Bukhari, 4109-4110).

Agung sifat ruhiyahnya. Beliau melakukan shalat malam sampai bengkak kedua telapak kakinya, kemudian beliau bersabda:

“أفلا أكون عبدا شكورا؟”

“Apakah aku (tidak mau menjadi) hamba yang banyak bersyukur?”. (HR. Bukhari dan Muslim).

Beliau manusia agung ketika memaafkan musuh-musuhnya,

“اذهبوا فأنتم الطلقاء “ضعفه الألباني السلسلة الضعيفة (1163)

”silahkan kalian pergi karena kalian bebas”, hadits ini di lemahkan oleh Syekh al Bany dalam kitabnya as Silsilatu ddaifah (silsilah hadits lemah) (1163).

Agung dalam menanamkan rasa optimis pada jiwa manusia:

“و الله ليبلغن هذا الأمر ما بلغ الليل و النهار، حتى تخرج المرأة من الحيرة وحدها إلي البيت لا تخشى إلا الله.”

“ Demi Allah, hal (agama) ini pasti akan tersebar seperti tersebarnya siang dan malam, sehingga seorang wanita keluar dari al Hirah (nama tempat) seorang diri ke rumahnya dan dia tidak merasa takut kecuali kepada Allah Ta’aalaa”. (HR. Ahmad (16957) sanad hadits ini shahih sesuai syarat Muslim).

Agung atas keberaniannya, ketika beliau bersabda pada perang Hunain:

“أنا النبي لا كذب أنا بن عبد المطلب”

“saya adalah seorang nabi dan bukan suatu kebohongan, saya cucu Abdul Muththalib”. (HR. Bukhari dan Muslim).

Agung dalam kemampuannya mengumpulkan manusia berada di sekitarnya,

Beliau mengetahui potensi yang dimiliki para shahabatnya, beliau menempatkan setiap shahabat pada posisinya masing-masing yang sesuai.

Agung bersama para pemuda..

Beliau mengumpulkan para kaum muda dari shahabat dan mengadakan perlombaan memanah, beliau bersabda: “memanahlah wahai Bani ismail karena nenek moyang kalian adalah ahli memanah, sedangkan saya bersama si fulan dan fulan melawan fulan dan fulan….maka kelompok Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memanah sementara kelompok yang lain tidak memanah, kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya kepada mereka “Mengapa kalian tidak memanah?” lalu mereka menjawab: Bagaimana kami bisa memanah sementara anda ya Rasulullah bersama dengan mereka”, lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Silahkan memanah dan saya bersama dengan kalian semua”. (HR. Bukhari dan Muslim).

Beliau manusia agung di mata isteri beliau..

Kesaksian Khadijah sebagai isteri beliau:

“كـــلا و الله لا يخزيـــك الله أبـــدا

“Sekali-kali tidak Demi Allah, Allah tidak akan menghinakan engkau sedikitpun”. (HR. Bukhari dan Muslim)

Sumber:

UstadzRidwan.com

www.rasoulallah.net/subject2.asp?lang=ar&parent_id=1&sub_id=175


Kamis, 10 Februari 2011

Al-Mutafayhiqun


<!--[if gte mso 9]> Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4 Saat ini perhatian kaum muslimin terhadap ajaran agamanya semakin berkembang. Fenomena banyaknya majelis ta’lim yang dibentuk di lingkungan masyarakat dalam segala segmennya adalah indikasi nyata dari hal tersebut. Keadaan ini tentu patut disyukuri oleh seluruh kaum muslimin, hidayah dari Allah Subhanahu wa Ta’ala begitu banyak diturunkan kepada umat manusia agar mereka dapat menjalani hidup ini dengan tuntunan ilahi.

Namun, di sisi lain kita juga mendapatkan keadaan yang memiriskan hati. Yaitu, munculnya fenomena sikap angkuh pada sebagian kaum muslimin, khususnya di dunia intelektual. Sikap angkuh ini kadang muncul dalam bentuk perkataan, contohnya seperti: “Saya tidak butuh nasehat anda”, “Anda masih hijau, masih perlu banyak belajar”, “Ulama tidak perlu mencampuri urusan dunia”, dan lain sebagainya, dan kadang sikap tersebut terwujud dalam perbuatan, sebutlah sebagai contoh pembelaan sebagian kalangan umat Islam terhadap aliran Ahmadiyah yang jelas-jelas menentang ajaran agama Islam, atau Syiah yang menodai prinsip-prinsip agama Islam, bahkan dengan keangkuhan yang sama, mereka menuduh para ulama yang telah mengeluarkan fatwa tentang kedua aliran ini sebagai orang-orang yang tidak paham persoalan keumatan.

Sikap angkuh seperti ini, telah pernah diingatkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam di dalam sebuah hadits yang shahih dengan istilah al-Tafayhuq dan pelakunya disebut sebagai al-Mutafayhiqun. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bahkan mengkategorikannya sebagai akhlak yang buruk, beliau bersabda:

... وَإِنَّ أَبْغَضَكُمْ إِلَيَّ وَأَبْعَدَكُمْ مِنِّي مَجْلِساً يَوْمَ الْقِيَامَةِ الثَّرْثاَرُوْنَ وَالْمُتَشَدِّقُوْنَ وَالْمُتَفَيْهِقُوْنَ قاَلُوْا ياَ رَسُوْلَ اللهِ قَدْ عَلِمْنَا الثَّرْثاَرُوْنَ وَالْمُتَشَدِّقُوْنَ فَماَ الْمُتَفَيْهِقُوْنَ ؟ قاَلَ اَلْمُتَكَبِّرُوْنَ


“... dan sesungguhnya orang yang paling aku benci serta yang paling jauh tempatnya dariku di akhirat adalah al-tsartsarun, al-mutasyddiqun dan al-mutafayhiqun”.

Sahabat bertanya: Kami telah mengetahui al-tsartsarun dan al-mutasyaddiqun, maka apakah yang dimaksud dengan al-mutafayhiqun ?. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menjawab: “Kaum yang sombong”.

Menurut Imam al-Nawawi, al-Tsartsarun adalah kaum yang banyak berbicara tanpa kendali, al-Mutasyaddiqun adalah kaum yang senang berbicara dengan bahasa yang meng-agungkan pribadinya.

Bahaya Sifat Angkuh

Sifat angkuh adalah salah satu sifat yang berbahaya bagi agama seseorang, hingga Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menganggapnya sebagai pencukur keberagamaan seorang manusia, bahkan di dalam suatu riwayat disebutkan bahwa sifat ini dapat menghalangi seseorang untuk masuk ke dalam syurga.

Sifat angkuh sendiri dijelaskan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam sebagai menolak kebenaran dan menganggap remeh orang lain. Dengan berbagai dalih, seseorang menghalangi dirinya sendiri untuk menerima kebenaran sehingga bukannya ia semakin baik perilakunya, tetapi justru menutup diri dan membatasinya dengan sekat-sekat yang dibuatnya sendiri tanpa keterangan yang jelas dari ajaran agama. Padahal, kebenaran adalah milik Allah subhanahu wa ta’ala, setiap manusia berhak membawakannya dan setiap manusia wajib menerimanya jika ia telah datang.

الْحَقُّ مِنْ رَبِّكَ فَلَا تَكُونَنَّ مِنَ الْمُمْتَرِينَ

“Kebenaran datangnya dari Tuhanmu, maka janganlah sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu”.

Mengatasi Sifat Angkuh

Setiap manusia memiliki potensi untuk bersifat angkuh, maka sedini mungkin hendaknya ada upaya untuk menekan potensi berbahaya tersebut. Berikut ini beberapa langkah yang bersumber dari ajaran agama Islam untuk dapat menekan sifat tersebut di dalam diri kita:

1.Mempertebal Keikhlasan Dalam Beragama
Keikhlasan adalah kemurnian dalam menjalankan segala aktifitas keberagamaan dengan mengharap hanya kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Aktifitas keberagamaan tentulah bersifat umum pada segala kehidupan, dan kadang bersifat khusus pada kehidupan ibadah mahdhah. Keikhlasan dalam kehidupan niscaya akan melupakan seseorang terhadap pujian, sanjungan dan balasan dari sesama manusia.

Secara khusus, keikhlasan hendaknya lebih ditingkatkan pada kalangan penuntut ilmu agar supaya menghasilkan sifat tawadhu’ dan penghargaan kepada para ulama. Bukan justru sebaliknya, semakin tinggi taraf ilmunya maka ia semakin angkuh dan melecehkan ulama atau mengharapkan pujian dari orang lain. Perbuatan seperti ini justru diancam oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam sebagai keadaan yang dapat mengantar ke dalam neraka, naudzu billah min dzalik.

2. Mengambil Pelajaran dari Perjalanan Hidup Orang-orang yang Angkuh
Tidak ada satu keangkuhan pun yang bertahan di atas dunia ini, semuanya berakhir pada kegagalan dan kehancuran. Demikian halnya pada sifat angkuh di dalam dunia intelektual, melecehkan para ulama atau menyombongkan diri di hadapan mereka, adalah perbuatan tercela yang menghasilkan akibat tidak menyenangkan. Seorang ulama salaf pernah berkata: “Daging para ulama itu beracun, dan ketetapan Allah atas orang yang melanggarnya telah pasti (kesengsaraan)”.

3.Gemar Bermuhasabah
Muhasabah atau introspeksi diri adalah perbuatan terpuji, karena dapat mengingatkan kepada hakikat diri dan kedudukannya. Orang yang angkuh biasanya lupa diri, sehingga mudah melecehkan orang lain. Maka dengan banyak bermuhasabah, sifat angkuh akan dapat ditekan dan menumbuhkan sifat muraqabatullah (merasa diawasi oleh Allah) yang akan menghasilkan perbuatan-perbuatan terpuji.

Semoga Allah subhanahu wa ta’ala melindungi kita semua dari sifat angkuh dan menjauhkan kita dari golongan al-mutafayhiqun tersebut. (RAR)
Pustaka :Buletin Nasional al Balagh Edisi 004 / Tahun I R. Awal 1431 H

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More